picture : channel8.id

Lebih Untung Mana, Budidaya Udang Vaname atau Windu?

Diposting pada

Lebih Untung Mana Budidaya Windu Atau Vaname?

Jenis udang yang paling banyak dibudidayakan di kalangan petambak sekarang adalah udang vaname dan udang windu. Keduanya memiliki pasar masing-masing dan berpotensi menghasilkan untung yang besar. Tercatat pada tahun 2015 lalu, kedua udang ini menjadi jawara sebagai udang paling banyak diekspor oleh Indonesia.

Namun, beberapa tahun terakhir udang windu kehilangan pamor di kalangan petambak akibat dari beberapa hal.

Penyebab Windu mulai ditinggalkan petani :

  1. Usia budidaya lebih lama daripada udang vaname
  2. Rentang penyakit
  3. Penyedia bibit windu semakin kurang
  4. Cost Budidaya Windu lebih besar dari vaname.

Dengan semakin berkurangnya minat petani terhadap budidaya udang windu dan mulai beralih ke udang vaname belakangan ini. Hal ini menjadi sebab semakin meningkatnya ekspor udang vaname. Tercatat data dari bea cukai Indonesia, pada awal tahun hingga pertengahan 2018 secara jumlah ekspor udang Indonesia mengalami pertumbuhan hingga 13% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017.

Secara nilai ekspor hanya mengalami peningkatan sebesar 4%. Hingga akhir tahun 2018 diperkirakan Indonesia mampu menghasilkan jumlah ekspor 190.000 ton dari berbagai jenis udang.

Tahun (Januari-April)Jumlah Ekspor (ton)Nilai Ekspor (US dolar)
201836.200337,5 juta
201933.500258,5 juta

Sedangkan Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi udang vaname untuk pasar ekspor pada tahun 2018 menghasilkan hampir 110.000 ton atau senilai hingga 930 juta US dolar.

Sumber: djpb.kkp.go.id

Jika dibandingkan dengan udang windu. Udang Vaname lebih banyak dibudidayakan di Indonesia. Meski ukurannya kecil dan daging yang dimiliki tidak sebanyak udang windu,namun udang Vaname lebih tahan terhadap penyakit.

Asal mula Udang Vaname menjadi primadona yaitu awalnya udang ini merupakan komoditi alternatif disaat udang Windu terkendala kematian akibat banyak nya penyakit.

Meskipun ukuran tubuhnya yang lebih kecil dibanding udang windu, namun udang Vaname memiliki padat tebar yang tinggi yaitu 70 ekor Vaname permeterpersegi.Maka dengan tingkat kepadatan yang tinggi, kita bisa membudidayakan udang Vaname lebih banyak daripada udang Windu dalam luas lahan yang sama.

Untuk kebutuhan pakan meskipun diberi makan dengan kadar protein yang rendah, Udang Vaname tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sehingga biaya pakan bisa ditekan dengan cara membeli makanan yang rendah protein. Hal ini meruapakan keuntungan bagi para pembudidaya.Selain itu, waktu pemeliharaan udang Vanamee hanya membutuhkan waktu 3 bulan.

Dari kendala tersebut, banyak petambak saat ini beralih ke budi daya udang vaname. Hingga saat ini, produksi udang vaname menjadi yang terbesar dibandingkan dengan udang lainnya.

Sebagai jenis udang paling banyak diproduksi di Indonesia, tentu udang vaname tak terlepas dari permintaan pasar yang besar pula. Dengan begitu, sangat jelas bahwa saat ini budi daya udang vaname memberikan keuntungan yang besar.

Dibandingkan dengan udang windu, bibit udang vaname saat ini sangat mudah untuk ditemukan. Adaptasi udang vaname terhadap lingkungannya juga lebih baik bila dibandingkan dengan udang windu, namun tetap membutuhkan pengawasan dan perawatan yang tepat dan intensif.

KESIMPULAN

Penyebab Windu mulai ditinggalkan petani :

  1. Usia budidaya lebih lama daripada udang vaname
  2. Rentang penyakit
  3. Penyedia bibit windu semakin kurang
  4. Cost Budidaya Windu lebih besar dari vaname.

Sebab Udang Vaname mulai diminati :

  1. Lebih mudah dibudidayakan
  2. Lebih tahan penyakit
  3. Keuntungan budidaya vaname bisa lebih besar daripada windu
  4. Permntaan ekspor yang lebih besar
  5. Bibit lebih mudah didapatkan

Jadi, manakah yang paling menguntungkan antara budi daya udang vaname dan udang windu? Silahkan analisa sendiri.! 🙂

(Visited 187 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *