Mahasiswa ITTP rancang teknologi pemantau pertumbuhan udang

Diposting pada

Mahasiswa ITTP rancang teknologi pemantau pertumbuhan udang

Mahasiswa ITTP rancang teknologi pemantau pertumbuhan udang
Mahasiswa ITTP merancang peknologi pemantau pertumbuhan udang. ANTARA/HO – Humas ITTP

Masih banyak petani yang mengikuti perkembangan udang hanya berdasarkan pada naluri sehingga teknologi ini pasti akan dapat membantu

Purwokerto (ANTARA) – Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) merancang teknologi yang dapat membantu para petani memantau pertumbuhan udang melalui ponsel pintar.

“Teknologi ini menggunakan internet dan android sebagai bagian dari sistem kerjanya. Sehingga para petani tambak bisa melakukan monitoring pertumbuhan udang melalui ‘smartphone’,” kata mahasiswa ITTP perancang teknologi pemantau udang, Evariditus Petra Fellymata di Purwokerto, Rabu.

Mahasiswa S1 Informatika itu mengatakan hal itu sebelum diuji kelayakannya di depan para dosen pembimbing dan penguji. Teknologi tersebut sebelumnya telah terlebih dahulu diuji langsung pada petani tambak udang vaname yang berada di Kabupaten Pemalang.

“Hasilnya sangat memuaskan bagi petani tambak udang,” katanya.

Menurut dia, para petani di wilayah itu sangat antusias dengan adanya teknologi tersebut karena bisa membantu memantau pertumbuhan udang meskipun dari jarak jauh.

“Alasan kenapa dilakukan uji coba pada petani di Kabupaten Pemalang karena saya melihat dan menemukan keunikan. Masih banyak petani yang mengikuti perkembangan udang hanya berdasarkan pada naluri sehingga teknologi ini pasti akan dapat membantu,” katanya.

Sementara itu, dosen ITTP Condro Kartiko mengatakan teknologi pemantau pertumbuhan udang vaname memiliki fungsi kerja mengukur tingkat kadar asam air (pH) dan intensitas cahaya kolam tambak.

“Teknologi yang dirancang ini sangat inovatif dan menarik untuk dikembangkan, guna membantu para petani udang vaname pada era digital seperti sekarang ini,” katanya.

Dia berharap teknologi tersebut akan berdampak positif untuk membantu masyarakat khususnya petani tambak/antaranews

(Visited 18 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *