Picture : Kumparan.com

Harga Udang Terus Anjlok Gara-Gara Virus Corona?

Diposting pada

Harga Udang terus mengalami penurunan hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari Sumatera hingga Sulawesi diawal februari mengalami penurunan signifikan.

Virus Corona yang melanda di china bukan hanya berdampak pada ambruknya ekonomi China secara total, namun juga diwanti-wanti adalah salah satu penyebab harga udang anjlok. Kita ketahui bahwa China merupakan negara juara dalam hal pertumbuhan ekonomi mengalahkan Amerika Serikat. Dengan kasus virus ini juga sekaligus merupakan warning bagi para petambak khususnya petambak udang.

Data menunjukkan pada tahun 2019 saja China mampu mengimpor udang sebesar 800 ribu Metrik Ton Udang, semakin naik dari tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata 500 ton pertahun.

“Pada tahun 2019, impor akan terus meningkat dan Cina akan melampaui AS sebagai importir udang terbesar di dunia,” kata Cui pada tinjauan pasar udang selama forum “The Shrimp Industry Development Forum di Zhuhai, dilansir shripnews.

Tumbangnya ekonomi China juga akan berdampak pada harga komoditas hasil tambak di Indonesia. Bagaimana tidak China merupakan pangsa pasar terbesar untuk ekspor udang, setelah itu baru kemudian Uni Eropa.

Berita ini bukan hanya warning semata, berdasarkan pengalaman dari seorang sahabat supplier udang vaname menceritakan. Bahwa tahun 2019 lalu hingga awal bulan tahun 2020 ini, dirinya mampu memasok hingga 35 ton dalam sehari ke pabrik proses pengolahan udang. Namun semenjak virus corona mewabah di China, pabrik menurunkan estimasi pembelian hanya maksimal 10 ton perhari.

Otomatis harga udang vaname semakin jatuh dipasaran. Meskipun setiap tahunnya harga udang jatuh pada titik terendah pada bulan Februari, namun kita patut waspada. Karena banyak pabrik kemudian mengurangi pasokan produksi dan pembelian. Mewanti-wanti semakin anjloknya harga komoditas udang di pasar dunia.

Apakah virus corona akan berdampak jauh terhadap harga udang? Dan sampai dimana batas bawah harga udang vaname di awal tahun 2020.? Mampukah melewati batas bawah harga pada musim yang sama tahun lalu?

Ya kita lihat saja bagaimana perkembangan harga kedepan, sambil berusaha dan berdoa. Semoga kondisi semakin membaik.

(Visited 368 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *