Cara Tepat Menyiapkan Lahan Tambak Udang

Diposting pada

8 Langkah Persiapan Tambak Udang yang Baik dan Benar

Sebelum memutuskan untuk menggunakan kembali tambak yang telah lama tidak dipakai, sebaiknya anda memahami beberapa langkah di bawah ini, agar tambak yang dihasilkan memiliki kondisi yang optimal bagi komoditi tambak nantinya. Berikut beberapa langkah yang dimaksud.

Langkah-langkah Mempersiapkan Tambak Udang :

  1. Keringkan tambak hingga benar-benar kering atau sampai tidak ada air yang tersisa pada tambak.

  2. Biarkan tambak dalam keadaan kering selama 1 minggu agar bibit penyakit, bakteri pathogen, dan mikroorganisme merugikan lainnya menghilang.

  3. Lakukan pembalikan tanah dengan cara dibajak agar mikroorganisme bermanfaat yang ada di dalam tanah dapat berkembang biak dan hidup dengan baik.

  4. Pantau pH tanah menggunakan pH meter. Jika ph terlalu asam, sebaiknya dilakukan pengapuran hingga ph menjadi normal dan sesuai dengan kebutuhan tambak. Untuk diketahui, pH ideal untuk tambak adalah 6-7,5.

  5. Lakukan pemupukan secara organik menggunakan pupuk kandang di dalam tambak dengan takaran 150-200 kg per hektar. Pemupukan dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkan probiotik alami pada tambak.

  6. Isi air ke dalam tambak hingga ketinggian 1 meter dan biarkan selama 5 sampai 7 hari.

  7. Setelah semua langkah selesai dilakukan, maka tambak siap untuk dilakukan penebaran bibit udang.

Namun, sebelum melakukan persiapan di atas, sebaiknya anda mengetahui bahwa lahan yang akan anda gunakan merupakan lahan yang cocok untuk dijadikan tambak. Karena, jika lahan tambak terkontaminasi oleh zat-zat beracun, maka lahan tersebut sangat tidak layak untuk dijadikan tambak.

Lahan yang Bagus Untuk Tambak

Ciri utama dari lahan yang pas untuk dijadikan tambak adalah lahan yang bersih dan bebas dari limbah dan zat berbahaya lainnya. Sementara itu, lokasi yang tepat adalah yang berada di daerah dekat pantai, karena pantai menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang menunjang kehidupan udang dan keberhasilan tambak itu sendiri.

Pantai yang dipilih juga harus bertanah liat atau liat berpasir agar mampu menahan air dan tidak mudah retak atau pecah. Akan lebih baik lagi jika pantai tersebut memiliki hutan mangrove sehingga dapat melindungi tambak dari erosi laut. | isw.co.id

(Visited 165 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *