berak putih wfs/wfd

Cara Mengatasi Berak Putih (WFS/WFD)

Diposting pada

Apabila Tanda-Tanda Sindrom Kotoran Putih (WFS) terlihat jelas ciri-cirinya sama dengan yang muncul pada pembahasan bab sebelum ini. Jika itu terjadi maka segera ambil langkah yang tepat untuk meminimalkan kerugian yang akan terjadi kedepannya. Terus Bagaimana cara mengatasi berak putih?

Berikut adalah tahapan cara mengatasi berak putih Putih :

1. Putus siklus

– Persiapan : pembersihan lahan yang benar-benar bersih. Hilangkan semua hewan bangsa kekerangan.
– Sterilisasi saat persiapan air
– Benur harus bebas gregarine dan kandungan vibrio memenuhi standar

2. Pengobatan

– Air : CuSO4 (perusi) 0,5 – 1 ppm
– Pakan ; Garlic 5 – 10 gr / kg pakan (Limsuwan, 2010; Kasornchandra, 2005) ; KDF (Potassium di formate) 3 – 5 gr/kg pakan (Kühlmann and Lückstädt, 2011).
– Aplikasi Probiotik Bacillus melalui air dan pakan (Limsuwan, 2010).

data berak putih penyebab berak putih

3. Perbaiki Manajemen Pakan

Tidak memberikan pakan berlebih untuk memacu pertumbuhan. Udang yang terserang penyakit ini, penyerapan nutrisi dalam pencernaan kurang bagus (malabsoption) sehingga pertumbuhan lambat dan kotoran akan cepat mencemari lingkungan yang mempercepat kerusakan air.

Disarankan pakan maksimum di awal 2 kg per 100.000 ekor benur dan lakukan penambahan secara bertahap. Selama 1 bulan pertama pakan yang diperlukan hanya 150 – 160, tidak lebih dari 200 kg untuk 100.000 benur. Sumber : Limsuwan (2011)

Baca Juga >  Berak Putih Pada Udang Vanammei, Diskusi Cara Mengatasinya

4. Perbaiki Manajemen Kualitas Air

– Kestabilan plankton perlu tetap terjaga. Hal ini erat kaitannya dengan manajemen pakan dan kebersihan dasar tambak.
• Ada yang menerapkan water colorant di awal untuk mengurangi perkembangan plankton agar tidak cepat pekat.
– Gunakan Air yang bersih dengan membasmi kuman yang ada dalam air terlebih dahulu
• Membasmi Bakteri, plankton yang merugikan dan carrier sebelum air digunakan.
– Gunakan aerator (kincir, turbo, dll.) dalam jumlah yang cukup untuk menunjang kebutuhan oksigen. Jaga oksigen terlarut minimal 4 mg/l merata di semua tempat.

 

5. Manajemen Dasar

– Penempatan aerator harus sesuai baik posisi maupun jumlahnya. Aerator 1 HP cukup untuk memenuhi kebutuhan
400 – 600 kg biomas udang
– Pengaturan aerator harus dapat menimbulkan arus yang dapat mendorong kotoran ke tempat tertentu sehingga mudah keluar dari sistem.
– Mengupayakan bagian yang tidak terjangkau oleh pipa pembuangan bersih dengan cara sifon.
– Pembersihan lumpur harus dilakukan rutin untuk menjaga kebersihan dasar tambak.
– Gunakan probiotik yang berkualitas yang dapat mengurai kotoran dengan baik sehingga dasar tambak tetap bersih.

Tinggalkan Balasan