Perbedaan Geomembrane LDPE dan HDPE?

Diposting pada

Bagi tambak udang vaname intensif, geomembrane adalah sesuatu hal yang wajib digunakan. Geomembrane merupakan suatu lapisan plastik yang memiliki banyak kegunaan, salah satunya adalah dapat dijadikan sebagai alas tambak ataupun kolam. Banyak jenis geomembrane yang beredar di pasaran domestik maupun internasional. Namun, yang paling sering dijumpai di Indonesia adalah geomembrane jenis LDPE dan geomembrane jenis HDPE.

Sumber: isw.co.id 

Perbedaan Geomembrane LDPE dan HDPE

Kedua geomembrane ini memiliki ciri serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

1. Geomembrane LDPE (Low Density Polyethylene)

Geomembrane jenis ini terbuat dari monomer etilen dengan menggunakan proses tekanan tinggi melalui polimerisasi radikal bebas. Dengan teknik pembuatan yang seperti itu, memungkinkan geomembrane LDPE memiliki struktur yang lebih fleksibel, sehingga gampang dibentangkan.

Kelebihan Geomembrane LDPE :

Kelebihan geomembrane LDPE lainnya adalah mampu menahan panas hingga 90 derajat celcius. Fleksibelitas yang tinggi  membuatya dapat diaplikasikan di berbagai permukaan, sehingga geomembrane LDPE sering digunakan sebagai perlindungan permukaan seperti melindungi bahan-bahan baku di open storage pada perusahaan konstruksi.

Kekurangan Geomembrane LDPE :

Kelemahan dari geomembrane LDPE adalah memiliki daya ikat antar molekul yang kurang kuat, sehingga membuatnya gampang robek serta tidak tahan terhadap tusukan.

 

2. Geomembrane HDPE (High Density Polyethylene)

Geomembrane HDPE merupakan geomembrane yang memiliki tingkat densitas tinggi, sehingga membuatnya memiliki daya ikat antar molekul yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan geomembrane LDPE.

Kelebihan Geomembrane HDPE :

Kelebihan dari geomembrane HDPE adalah tahan terhadap suhu panas hingga 90 derajat celcius, sehingga dapat diaplikasikan di permukaan yang terpapar oleh sinar matahari langsung.

Geomembrane HDPE juga tahan air dan korosi, sehingga dapat diaplikasi pada medan yang terendam air tanpa khawatir rusak. Karena itu, geomembrane HDPE sering digunakan sebagai alas untuk tambak.

Umumnya, tambak yang menggunakan geomembrane HDPE sebagai alasnya tidak mudah mengalami pencemaran air. Hal ini didasari oleh karakteristik geomembrane HDPE yang mampu menahan tanah dasar tambak, sehingga tidak mencemari air.

Tidak hanya itu, geomembrane HDPE juga sangat tahan terhadap paparan zat asam sehingga dapat diaplikasikan langsung ke dalam limbah pabrik. Hal ini yang membuat geomembrane HDPE lebih baik dari geomembrane LDPE.

3. Perbedaan Geomembrane LDPE dan Geomembrane HDPE

Secara sekilas, perbedaan antara kedua jenis geomembrane ini tidak terlihat begitu jelas. Tapi, jika dilihat secara seksama, anda akan menemukan perbedaannya.

Geomembrane LDPE memiliki warna yang lebih mengkilap serta memiliki tekstur yang lebih kesat. Geomembrane LDPE juga lebih mudah dilekukkan dan terasa seperti agak tipis.

Sedangkan Geomembrane HDPE memiliki warna yang lebih gelap serta memiliki tekstur yang lebih halus saat disentuh, serta lebih sulit untuk dilekukkan dan terasa lebih keras (kuat).

Dari uraian artikel mengenai perbedaan HDPE dan LDPE, petani dan pengguna bisa dengan mudah membandingkan serta menganalisis geomembrane yang akan diaplikasikan ke kolam terpal. | isw.co.id

(Visited 75 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *